Apa Sih Kanker Serviks Itu
Apa salah satu penyakit yang menjadi mimpi buruk para wanita ?
Banyak sekali jawaban dari pertanyaan di atas. Anda mungkin mempunyai jawaban yang berbeda. Namun taukah anda, jenis penyakit Nomor 1 penyebab kematian wanita di dunia ?
Yup, Kanker Serviks. Penyakit ini seakan sudah menjadi mimpi buruk bagi setiap wanita, banyak diantara kita yang belum benar-benar mengenali makhluk mngeerikan ini. Lalu bagaimana kita mengenalnya. Apa sih sebenarnya yang harus kita ketahui dari makhluk yang bernama lain kanker leher rahim ini, bagaimana cara penjegahanya, apakah sudah ada obatnya, dan kalau sudah ada apa sih obatnya.
Kami akan menjelaskanya untuk anda.
Pengertian Kanker Serviks atau kanker leher Rahim
Kanker serviks adalah satu dari banyak kanker yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Human papillomavirus (HPV) memainkan peran akan timbulnya banyak kasus kanker serviks. Wanita pengidap kanker mulut rahim ini akan mempunyai beberapa gangguan, diantaranya rasa nyeri dan pendarahan saat berhubungan intim.
Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.
Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.
Kabar buruknya, Kanker rahim menjadi masalah kesehatan terbesar di negara berkembang akibat terbatasnya akses screening dan pengobatan. Setiap tahunnya, terdapat kurang lebih 400 ribu kasus baru kanker leher rahim (cervical cancer), sebanyak 80 persen terjadi pada wanita yang hidup di negara berkembang. Penderita terbayak kanker leher rahim ada di Indonesia.
Umumnya penyebab terbanyak, berhubungan dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang menular lewat hubungan seksual. Seorang wanita bisa terinfeksi virus ini pada usia berlasan tahun dan baru diketahui mengidap kanker 20 atau 30 tahun kemudian setelah infeksi kenker menyebar. Umumnya wanita paruh baya berusia 40 tahun yang menderita kanker leher rahim.
Kanker leher rahim adalah jenis kanker yang biasanya tumbuh lambat pada wanita dan mempengaruhi mulut rahim, bagian yang menyambungkan antara rahim dan vagina. Kanker ini sifatnya tidak diturunkan melainkan dipengaruhi oleh aktivitas seksual.
Berdasarkan penelitian-penelitian tentang kanker leher rahim, dipastikan bahwa faktor risiko tinggi diketahui adalah wanita yang melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan, berhubungan seks pertama kali pada usia muda dan memiliki sejarah merokok. Namun penyebab pastinya adalah virus HPV yang dipercaya menyebabkan sel-sel dan jaringan di leher rahim tumbuh tidak normal dan berkembang menjadi kanker leher rahim.
Faktor keturunan merupakan penyebab kanker serviks yang harus diwaspadai. Seperti penyakit kanker-kanker yang lain, kanker serviks juga bisa diturunkan pada generasi keluarga selanjutnya. Bila seorang ibu pernah mengalami kanker serviks dan melahirkan seorang anak, maka anak tersebut memiliki resiko terkena kanker serviks serupa lebih tinggi daripada wanita lain. Penyebab kanker serviks lainnya yang paling banyak adalah karena Human Papilloma Virus (HPV), yang menyerang sel-sel kulit mrs. v. Beberapa infeksi kulit karena virus ini bisa sembuh karena daya tahan tubuh yang tinggi, namun bila terkena virus HPV ganas, tentu hal ini tidak bisa diatasi begitu saja dengan kekebalan alami tubuh.
Penyebab Kanker Serviks
Sebelum mengetahui apa saja gejala atau ciri penyakit kanker rahim, Anda perlu tahu dulu apa saja hal atau fakor yang bisa mengakibatkan timbulnya kanker di mulut rahim ini. Sesuai dengan namanya, kanker rahim tentu saja menyerang dan menggerogoti kesehatan wanita terutama pada bagian organ kewanitaannya. Tepatnya di bagian leher rahim yang terletak diantara kemaluan wanita dan rahimnya. Nah, kanker yang satu ini secara umum disebabkan oleh infeksi virus yang masuk dari luar. Virus tersebut bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang menginfeksi organ kewanitaan. Ada banyak sekali cara penularan atau perpindahan virus ini dari satu tempat ke tampat lainnya sehingga bisa sampai menginfeksi seseorang.
Beberapa diantaranya adalah bisa menular melalui cairan, melalui sentuhan kulit atau bahkan melalui media lain yang sudah digunakan oleh wanita yang terjangkit virus HPV. Contohnya adalah kamar mandi atau WC umum. Jika tempat tersebut tidak dibersihkan secara benar dan bersih, maka besar kemungkinan tempat tersebut bia menjadi tempat bersarangnya HPV yang akan siap menyerang siapapun wanita yang menggunakan WC tersebut. Maka dari itu hendaknya Anda lebih waspada dan selalu mencari WC yang bersih saat berada di tempat-tempat umum.
Nah, bukan hanya karena HPV yang berasal dari penderita lainnya saja penyebab yang bisa membuat Anda mengalami ciri ciri kanker rahim. Akan tetapi pola hidup yang tidak baik juga bisa menjadi salah satu pemicu yang sangat berbahaya. Misalnya saja wanita yang merokok, kurangnya asupan asam folat, vitamin C atau vitamin E. Bahkan Anda juga sangat tidak disarankan untuk berganti-ganti pasangan saat melakukan hubungan intim. Setialah kepada pasangan Anda supaya tidak berisiko terjangkit penyakit mematikan yang satu ini. Namun yang namanya penyakit, ternyata juga bisa menjangkit siapa saja yang sedang dalam kondisi sehat atau bahkan yang punya pola hidup sehat. Diantaranya adalah bagi para wanita yang menikah mudah dan sudah melakukan hubungan suami istri di usia 16 tahun atau kurang dari 16 tahun. Penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama pun bisa menjadi pemicu seseorang terjangkit kanker rahim.
Penyebab kanker serviks lainnya adalah penggunaan obat-obatan kontrasepsi seperti pil KB dapat meningkatkan resiko seorang wanita terkena penyakit kanker serviks ini. Untuk itu, jika ingin menunda kehamilan, bicarakan solusi tepat dengan seorang dokter ahli agar usaha penundaan kehamilan tidak berakibat buruk pada kesehatan. Kanker serviks juga bisa disebabakan seorang wanita yang hamil dan melahirkan saat ia masih berusia dini, atau di bawah 17 tahun. Sebab, mereka sangat beresiko tinggi untuk terkena penyakit kanker serviks.
Selain itu, diet juga merupakan salah satu yang bisa menyebabkan seorang wanita beresiko tinggi terkena kanker serviks, khususnya kanker serviks.
Lalu bagaimana gejala yang biasa dialami penderita kanker serviks atau kanker rahim ini?
Kenali Gejala Awal Kanker Serviks
Mencegah lebih baik daripada mengobati, itulah sebuah slogan yang tepat untuk penyakit yang mematikan seperti kanker serviks. Meskipun demikian pencegahan seringkali diabaikan karena penderita tidak begitu mengetahui gejala awal dari sebuah penyakit yang diderita.
Kanker serviks dikenal juga dengan the silent killer yaitu penyakit yang sulit ditemukan gejalanya akan tetapi dapat diketahui pada stadium lanjut, tentu saja ini membuat proses pengobatan menjadi sulit.
Perjalanan penyakit yang terinfeksi hingga menjadi kanker dapat terjadi 15-20 tahun.Apabila dilihat dari usia penderita penyakit kanker serviks dialami oleh wanita dalam rentan waktu 35-55 tahun. Apabila dihitung dari masa inkubasi maka wanita lebih rentan terkena virus HPV pada usia 20 tahun atau ketika melakukan aktivitas seksual.
Pada tahap awal kanker serviks tidak menimbulkan keluhan, penderita kanker serviks akan menimbulkan gejala pada stadium lanjut. Penderita kanker serviks tidak memiliki gejala yang khusus, meskipun beberapa penderita seringkali mengeluhkan nyeri panggul, pendarahan setelah senggama, pendarahan di luar haid atau mengalami keputihan yang tidak normal akan tetapi semua gejala diatas tidak dapat dikatakan kanker serviks karena masih harus melakukan serangkaian test yang dapat mendukung kondisi penderita.
Meskipun gejala awal dari kanker serviks sulit untuk diketahui akan tetapi pencegahan dini dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi pada saat remaja yaitu usia 10 tahun dapat memberikan perlindugan hingga mencapai 98%.
Selain melakukan vaksinasi yang harus dilakukan adalah dengan tidak berhubungan seks bebas dan menjaga gaya hidup sehat karena lingkungan dapat menjadi faktor penyebab kanker serviks yang mengancam wanita.
Ciri Gejala Awal kanker serviks mungkin tidak menunjukkan kondisi yang berarti, dan hanya
dikira sebagai kondisi kurang fit saja. Hal ini disebabkan kurangnya
pengetahuan masyarakat dalam mengenali penyakit kanker serviks/Rahim dan semua
gejala yang ditimbulkan.
- Pendarahan abnormal pada vagina = Ini adalah gejala
yang paling umum. Perempuan harus menyadari menstruasi mereka, pendarahan
setelah hubungan seksual, bercak di antara periode menstruasi. Sebuah
perdarahan vagina yang abnormal dan tiba-tiba tanpa alasan. Kondisi ini
anda harus segera periksa kesehatan ke klinik terdekat agar mengobati
kanker rahim tidak terlambat lagi.
- Nyeri panggul = nyeri panggul tidak berhubungan dengan
kondisi lain, menstruasi, atau aktivitas fisik bisa menjadi gejala kanker
serviks
- Keputihan = Ketika Anda mengamati bahwa Anda memiliki
keputihan yang tidak biasa dan sering, mungkin menjadi salah satu gejala
kanker. Ini merupakan gejala umum yang berkaitan dengan kondisi perempuan.
jangan lupa Baca Juga Klik : Gejala Keputihan
- Peningkatan frekuensi kencing = Bila Anda sering buang
air kecil, terutama jika Anda tidak hamil maka mungkin ada kemungkinan
bahwa Anda memiliki kanker serviks.
- Kesulitan dalam buang air kecil = Ketika ada rasa sakit
atau kesulitan saat buang air kecil, saatnya anda pergi kedokter dan check
up. Ini mungkin juga merupakan gejala ISK (Infeksi Saluran Kemih) tetapi
untuk memastikan, mencari info dari dokter untuk segera ditangani.
- Nyeri selama hubungan seksual = Bila Anda merasa sakit
yang tidak diinginkan selama hubungan seksual, Anda mungkin menderita
kanker serviks.
- Gangguan Pencernaan = Ketika Anda mengalami sembelit
kronis dan merasa benjolan bahkan rasa sakit saat anda buang air besar
- Kehilangan nafsu makan = penurunan mendadak nafsu makan
juga dapat menjadi tanda kanker serviks.
- Kelelahan = Bahkan ketika Anda beristirahat tapi Anda
masih merasa stres dan merasa lelah sepanjang waktu, kemungkinan ini tanda
dari kanker serviks.
Gejala Kanker Serviks Stadium 1
Kanker serviks adalah penyakit yang berhubungan dengan kondisi dimana wanita mengalami gangguan kesehatan pada leher rahim. Penyebab utamanya adalah HPV, meskipun demikian tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik.
Kanker serviks sulit ditemukan gejalanya, bahkan baru dapat diketahui ketika wanita mengalami kanker serviks stadium akhir. Inilah yang membahayakan dan menyebabkan risiko kematian. Pada stadium awal kanker serviks dapat disadari oleh penderita yaitu rasa sakit pada mulut rahim. Mekipun rasa sakit yang dialami tidak begitu sering akan tetapi semakin kanker serviks memasuki stadium lanjut maka akan terasa semakin sakit.
Selain itu kanker serviks dapat juga ditandai dengan pendarahan yang tidak normal. Pada wanita yang memiliki kanker serviks mengalami kondisi pendarahan yang tidak normal pada organ genital, pada rentan waktu satu bulan dapat terjadi pendarahan sedikit ataupun kondisi yang parah.
Wanita yang mengalami kanker serviks ditandai dengan keputihan yang abnormal. Wanita mengalami keputihan yang berbau, berwarna dan sangat berlendir. Sehingga sebaiknya anda berkonsultasi ke dokter dikhawatirkan terjadi gangguan kesehatan reproduksi atau gejala awal dari kanker serviks.
Pada wanita yang seringkali mengalami nyeri panggul yang hebat bahkan di luar menstruasi, ini merupakan kondisi abnormal. Nyeri panggul disaat saat lain sehingga berjam-jam dan timbul rasa sakit yang ringan, tajam atau sangat parah bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks. Begitupula dengan pendarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan intim, tidak sedang menstruasi atau saat pemeriksaan panggul. Hal ini dapat disebabkan karena leher rahim mengalami iritasi. Pemeriksaan harus dilakukan meskipun tidak selamanya pendarahan yang dialami wanita setelah melakukan hubungan intim menjadi pertanda kanker serviks.
Apabila Anda merasakan mulut rahim terasa sakit lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter karena itu adalah salah satu tanda kanker rahim. Rasa sakit pada mulut rahim diakibatkan oleh virus human papilloma yang mulai menggerogoti sel dan jaringan pada mulut rahim.
Tanda lain yang dapat Anda rasakan adalah sakit pada saat berhubungan intim dengan suami. Rasa sakit tersebut tidak seperti biasanya dan cenderung perih. Dalam banyak kasus ada pula wanita yang mengeluarkan darah pada saat berhubungan intim.
Darah yang keluar tersebut adalah tanda dari kanker serviks yang cukup parah. Anda harus melakukan tindakan yang cepat karena jika Anda lambat bisa membuat Anda tidak memiliki anak karena rahim yang ada dalam tubuh harus diangkat.
Gejala Kanker Serviks Stadium 2
Panyakit kanker serviks memang tidak pernah menunjukkan gejala khusus sehingga penderita sering tidak menyadari jika terkena kanker. Perjalanan sel kanker dari mulai terinfeksi virus HPV hingga menyebabkan kanker bisa membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 25 tahun. Hal ini menyebabkan beberapa penderita merasa kaget karena mengetahui stadium yang sudah masuk ke stadium lanjut.
Kanker serviks stadium 2 adalah jenis kanker yang telah mencapai ukuran sekitar 4 cm pada jaringan leher rahim dan menyebar ke jaringan vagina bagian atas. Kanker serviks stadium 2 dibagi menjadi dua tingkat yaitu stadium 2A dan 2B. Berikut ini pembagian kanker serviks stadium 2 menurut perbedaan penyebaran jaringan sel kanker.
Kanker serviks stadium 2A adalah kanker yang telah menyebar di sekitar leher rahim dan bagian luar termasuk vagina atas tetap tidak menyebar hingga ke bagian rahim. Kanker serviks stadium 2A biasanya dibagi menjadi dua jenis. Jika ukuran kanker atau tumor memiliki ukuran lebih kecil dari 4 cm maka masuk dalam tahap 2A1. Dan jika tumor yang ditemukan memiliki ukuran lebih dari 4 cm maka termasuk dalam tahap 2A2.
Kanker serviks stadium 2B adalah apabila saat pemeriksaan ditemukan penyebaran sel kanker hingga bagian luar leher rahim dan masuk ke jaringan pada bagian rahim.
Kanker serviks stadium 2 mungkin tidak akan memperlihatkan gejala khusus yang mudah di sadari oleh penderita. Namun beberapa kelainan dibawah ini bisa digunakan untuk mengamati munculnya sel kanker serviks.
Muncul pendarahan dalam waktu tertentu menjelang masa menopause atau pada saat menstruasi. Pendarahan ini bisa membuat penderita merasa lemah dan lelah karena darah yang keluar sangat banyak.
Muncul rasa sakit pada bagian panggul bawah namun bisa hilang sendiri dan terkadang menjadi gejala awal dari pendarahan.
Penderita kanker serviks stadium 2 terkadang juga tidak memiliki gejala khusus seperti pendarahan, namun hanya keputihan yang menimbulkan bau tidak enak.
Pengobatan Kanker Serviks Stadium 2
Pada stadium 1, penderita kanker serviks dapat diberikan obat melalui prosedur bedah konservatif dimana wanita yang ingin menjaga kesuburan. Sementara pada kondisi lain maka dapat dilakukan dengan mengangkat seluruh organ serviks dan juga uterus. Apabila setelah dilakukan pembedahan, direkomedasikan untuk menunggu sekurang-kurangnya rentan waktu satu tahun untuk melakukan program kehamilan.
Kemungkinan yang dapat terjadi pada stadium 1 adalah penyebaran kanker pada kelenjar getah bening pada tahap akhir stadium 1. Bahkan pembedahan lebih memungkinkan melakukan pengangkatan pada kelenjar getah bening dari uterus.Tumbuh kembali kanker pada sisa serviks sangat langka meskipun demikian apabila kanker sepenuhnya diangkat dengan trachelectomy meskipun demikian pencegahan sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjut dan melakukan skrining pap smear.
Pada gejala kanker stadium 2 awal maka dapat diobati dengan prosedur pengangkatan seluruh uterus. Sedangkan pada stadium lanjut yaitu stadium 2B hingga stadium 4B dengan menggunakan terapi kemoradiasi.Pengobatan yang dilakukan pada kanker serviks tingkat keselamatan 5 tahun untuk kanker serviks tahap dini yaitu 92%. Sedangkan untuk kanker serviks stadium 1 maka 80-90% sedangkan pada 50-65% pada kanker stadium 2. Pada penderita kanker serviks stadium 3 hanya terjadi 25-35. Sedangkan pada stadium 4 sebesar 15%. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk skrining dan deteksi dini untuk membantu proses penyembuhan penderita kanker serviks.
Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang sangat menakutkan bagi wanita. Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual bisa berpotensi untuk terkena kanker serviks. Kanker serviks adalah jenis kanker yang tumbuh pada jaringan disekitar leher rahim atau dalam istilah medis disebut dengan nama seviks. Leher rahim adalah organ reproduksi wanita yang terdapat pada bagian vagina dan rahim. Kanker serviks menjadi sangat menakutkan karena kanker ini memiliki masa pertumbuhan yang lambat, dimulai sejak jaringan leher rahim terinfeksi virus penyebab kanker serviks.
Gejala Kanker Serviks Stadium 3
Kategori Kanker Serviks Stadium 3
Kanker serviks stadium 3 umumnya banyak ditemukan pada wanita yang tidak pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear. Kanker serviks telah menyerang beberapa organ reproduksi yang penting dan daerah di sekitarnya tanpa menimbulkan gejala yang mudah untuk dikenali. Kanker serviks di bagi menjadi dua kategori, yaitu:
Stadium 3A. Kanker serviks stadium 3A menunjukkan penyebaran ke area di bagian vagina bawah. Meskipun telah menyebar ke bagian jaringan lain di sekitar vagina namun tidak menyebabkan penyebaran di daerah panggul.
Stadium 3B. Kanker serviks stadium 3B biasanya telah menyebar ke saluran urin. Penyebaran kanker juga bisa menjangkau di sekitar area kelenjar getah bening di daerah organ reproduksi maupuan organ tubuh lain. Sementara itu pada tahap ini biasanya kanker telah mencapai kelenjar getah bening pada area panggul. Pemeriksaan urin pada penderita kanker stadium 3B biasanya menunjukkan ada indikasi masalah serius pada ginjal.
Gejala Kanker Serviks Stadium 3
Kanker serviks menjadi salah satu jenis kanker yang tidak memberikan gejala. Namun pada beberapa kasus kanker serviks dengan stadium yang telah lanjut, biasanya ditemukan beberapa gejala awal. Berikut ini adalah gejala kanker serviks stadium 3.
Muncul pendarahan yang dengan beberapa tingkat yang berbeda. Gejala yang paling perlu diwaspadai adalah adanya pendarahan setelah hubungan suami istri. Pendarahan lain yang bisa terjadi adalah pendarahan yang muncul di luar siklus menstruasi atau menjelang dan sesudah menopause.
Munculnya keputihan dalam jangka waktu lama dan bahkan menyebabkan bau yang tidak enak.
Saat berhubungan seksual, organ di sekitar liang vagina biasanya akan terasa sakit dan tidak nyaman.
Muncul pendarahan dalam urin.
Timbul masalah pencernaan yang berhubungan dengan kesulitan buang air besar.
Timbul keinginan buang air kecil secara terus menerus.
Tidak memiliki nafsu makan, lebih mudah merasa lelah, lebih dan sedih.
Muncul rasa sakit pada bagian panggul belakang dan tidak nyaman untuk beberapa posisi duduk maupun berdiri.
Cara Deteksi Kanker Serviks Stadium 3
Cara deteksi kanker serviks stadium 3 umumnya memiliki kesamaan dengan jenis kanker stadium lainnya. Pemeriksaan kanker serviks dilakukan dengan metode Pap Smear. Pap Smear adalah metode yang paling awal dan selalu direkomendasikan oleh dokter bagi orang yang memiliki gejala seperti kanker serviks. Pap Smear dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan sel-sel di bagian leher vagina dengan cara mengambil sampel cairan yang diteliti di bawah mikroskop. Namun pada kanker serviks stadium 3 biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan beberapa pemeriksaan lain. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daerah penyebaran kanker sehingga bisa ditentukan jenis pengobatan yang paling tepat. Berikut ini beberapa jenis pemeriksaan kanker serviks stadium 3.
Pap Smear. Pap Smear hanya dilakukan untuk mengetahui jenis pertumbuhan sel abnormal yang muncul pada leher rahim. Ini adalah salah satu tindakan pemeriksaan dini dan tidak bisa digunakan untuk mengukur tahap kanker.
Biopsi serviks. Biopsi atau pengambilan jaringan di bagian leher rahim diperlukan untuk mengetahui daerah penyebaran kanker. Biospi biasanya akan dilakukan secara menyeluruh untuk melihat kondisi di sekitar vagina, rahim, rektum dan kandung kemih.
CT Scan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan perlengkapan canggih untuk melihat penyebaran kanker di sekitar bagian panggul.
Pet-CT Scan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui penyebaran kanker dan ukuran kanker yang telah menyebar ke organ tubuh yang terkait dengan leher rahim.
Tes darah. Tes darah dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh. Beberapa indikasi penting dari kondisi hati dan ginjal juga bisa diukur dengan melihat hasil pemeriksaan darah.
X-Ray. X- Ray dilakukan untuk memantau kondisi paru-paru dan melihat kemungkinan penyebaran sel kanker di organ tersebut.
Berbagai jenis pemeriksaan tersebut hanya sebagai rekomendasi untuk melihat jenis penyebaran kanker. Selain itu dokter akan melihat hasil tes untuk menentukan jenis pengobatan yang paling efektif sehingga bisa membantu meringankan rasa sakit bagi penderita. Namun tidak semua jenis pemeriksaan harus diikuti oleh penderita kanker serviks stadium 3.
Pengobatan Kanker Serviks Stadium 3
Pengobatan kanker serviks stadium 3 merupakan sebuah upaya untuk memberikan kesempatan yang lebih baik lagi bagi penderita. Tujuan lain dari pengobatan ini adalah untuk mengontrol laju pertumbuhan kanker, menghentikan penyebaran sel kanker dan memberikan kesembuhan kepada penderita. Pengobatan untuk kanker serviks stadium 3 dapat dilakukan dengan beberapa prosedur du bawa ini:
1. Radioterapi dan Kemoterapi
Radioterapi merupakan pengobatan yang dilakukan dengan memberikan sinar X yang memiliki dosis tertentu. Sinar akan diarahkan ke beberapa titik di area panggul dan rongga vagina. Sinar ini akan membunuh sel kanker yang telah dan menyebar ke beberapa titik. Terapi ini akan dilakukan selama 20 hingga 35 kali tergantung kondisi penderita. Pengobatan ini juga biasanya akan dilakukan bersamaan dengan kemoterapi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker lain.
Pengobatan radioterapi dan kemoterapi biasanya akan menimbulkan efek yang tidak nyaman bagi penderita. Beberapa gejala ini biasanya ditunjukkan dengan sakit perut atau diare, mudah lelah, tidak memiliki nafsu makan, depresi, muntah dan mual. Semua efek samping ini akan hilang sendiri setelah masa terapi selesai.
2. Tindakan operasi
Operasi yang diperlukan untuk menangani masalah kanker serviks stadium 3 biasanya dilakuan dengan melihat kondisi penderita. Tindaka operasi yang paling sering disarankan oleh dokter adalah histerektomi. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat leher rahim dan semua bagian rahim. Terkadang jika ditemukan penyebaran kanker pad ovarium dan saluran tuba falopi, maka kedua bagian ini juga akan diangkat.
Hal paling penting yang harus didapatkan oleh penderita kanker stadium 3 yang sedang menjalani perawatan dan pengobatan adalah dukungan dari keluarga. Selama masa terapi penderita akan merasa jauh lebih sakit daripada kondisi sebelumnya dan dokter juga biasanya akan memberikan beberapa jenis obat penghilang rasa sakit.
Gejala Kanker Serviks Stadium 4
Kanker serviks stadium 4 adalah kondisi kanker yang sudah masuk dalam tahap lanjut. Kanker pada kondisi ini sudah menyebar ke berbagai organ lain dalam tubuh bahkan diluar bagian leher rahim. Kondisi kanker yang sudah menyebar ke bagian kandung kemih hingga rektum masuk dalam stadium 4A. Jika kanker telah masuk ke organ lain seperti paru-paru maka akan masuk dalam stadium 4B. Gejala dari kanker serviks stadium 4 adalah seperti di bawah ini.
Terjadi pendarahan hebat saat tidak sedang menstruasi dan menjelang atau sesudah masuk tahap menopause.
Ada rasa sakit yang muncul pada tulang, otot dan panggul bagin bawah.
Muncul rasa sakit yang berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil dan bahkan kadang disertai dengan pendarahan.
Mengalami gangguan nafsu makan, lelah dan badan menjadi lebih lemah.
Biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
Terkadang jika kanker telah menyebar ke bagian otot tubuh, maka seluruh badan akan merasa sakit dan tidak nyaman.
Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 4
Pada awalnya semua jenis kanker serviks akan di temukan dari pemeriksaan Pap Smear. Ini adalah salah satu metode yang paling diakui untuk melihat pertumbuhan sel-sel abnormal pada bagian leher rahim. Penyebab kanker serviks yang masuk dalam beberapa jenis stadium adalah HPV (Human Papilloma Virus) dengan tipe HPV 16 dan HPV 18.
Pada kanker serviks stadium 4 biasanya hasil pemeriksaan tidak hanya dilakukan dengan Pap Smear saja. Jika hasil tes menunjukkan jumlah infeksi virus HPV dalam angka yang tinggi maka dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi, pemeriksaan panggul, tes darah dan –Ray. Berbagai jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahu daerah penyebaran kanker dan tujuan pengobatan yang paling tepat.
Komplikasi Pada Kanker Serviks Stadium 4
Kondisi penderita kanker serviks stadium 4 pada umumnya sudah masuk dalam kondisi yang lebih lanjut. Tindakan pengobatan akan dilakukan dengan melihat kondisi umum penderita, termasuk kemungkinan munculnya beberapa jenis penyakit komplikasi. Berikut ini beberapa jenis komplikasi yang paling sering ditemukan.
Gagal Ginjal. Gagal ginjal pada penderita kanker serviks stadium 4 disebabkan karena pertumbuhan kanker yang telah menekan saluran ureter . gangguan ini akan menyebabkan ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Gejala yang dapat ditemukan dengan komplikasi ini adalah penderita akan terus merasa lelah, sakit pada bagian panggul bawah, ada pendarahan dalam urin dan pembengkakan pada kaki atau tangan.
Penggumpalan darah. Penggumpalan darah pada penderita kanker serviks stadium 4 biasanya disebabkan oleh pertumbuhan kanker yang telah menekan bagian pembuluh darah yang berada di area panggul. Akibatnya maka darah tidak bisa mengalir dengan lancar. Gejala komplikasi ini adalah seperti pembengkakan pada kaki, timbul bercak merah pada kulit, dan kulit pada area penggumpalan darah akan terasa lebih panas.
Pendarahan yang sangat hebat bisa terjadi pada penderita kanker serviks stadium 4. Pendarahan ini disebabkan karena munculnya kanker yang telah menyerang organ vagina bagian dalam, kandung kemih dan usus. Pendarahan yang terjadi pada penderita bisa melewati vagina maupun dubur.
Pengobatan Kanker Serviks Stadium 4
Pengobatan untuk kanker serviks stadium 4 biasanya akan dilakukan dengan melihat kemampuan penderita. Beberapa kondisi penderita yang lemah biasanya akan dilakukan pengobatan paliatif. Hal ini terjadi karena kondisi penderita yang sangat lemah dan mungkin tidak akan kuat untuk menjalani prosedur operasi, kemoterapi maupun radiasi. Tapi pada dasarnya semua itu ada tergantung pada kesehatan umum penderita.
Metode pengobatan untuk kanker serviks stadium 4 akan dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi. Kedua jenis terapi ini akan memberikan hasil maksimal apabila dilakukan dalam waktu bersamaan. Namun, bagi penderita kanker seviks stadium 4 biasanya tidak memiliki kemampuan untuk menahan semua efek terapi.
Radioterapi menjadi solusi pengobatan bagi kanker serviks stadium 4. Terapi ini dilakukan dengan memberikan sinar X dosisi tinggi pada area panggul dan rongga vagina. Terapi ini dilakukan selama 20 hingga 25 kali dengan masa istirahat pada hari Sabtu dan Minggu.
Kemoterapi merupakan pengobatan yang dilakukan dengan memasukkan beberapa jenis obat keras untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini menjadi langkah yang paling efektif karena bisa mencegah dan membunuh sel kanker pada seluruh tubuh.
Pencegahan Kanker Serviks Stadium 4
Kanker serviks stadium 4 bukan menjadi penyakit besar yang langsung tumbuh dalam tubuh. Kanker ini pada dasarnnya membutuhkan waktu infeksi yang sangat lama dan bisa mencapai 25 tahun. Cara terbaik untuk menghindari kanker serviks stadium 4 adalah dengan melakukan upaya pencegahan. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah kanker serviks yang dapat kita lakukan.
Melakukan pemeriksaan secara rutin bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Tindakan ini dilakukan dengan metode Pap Smear. Pemeriksaan ini akan membantu deteksi dini sehingga bisa dilakukan pengobatan dengan cepat jika ditemukan potensi sel kanker.
Setia dengan pasangan. Memiliki hubungan seksual yang lebih aman akan menjauhkan wanita dari infeksi virus HPV. Penyebab kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Melindungi diri dengan cara setia kepada pasangan akan memiliki resiko rendah terkena infeksi HPV.
Melakukan vaksin HPV. Saat ini ada vaksin HPV yang bisa digunakan sejak umur 12 atau 13 tahun. Vaksin ini bisa mencegah dari infeksi virus HPV tipe 16 dan 18.
Hentikan kebiasaan merokok. Jika Anda perokok maka segera hentikan kebiasaan buruk ini. Rokok memang tidak menimbulkan infeksi HPV secara langsung, tapi dalam tubuh perokok biasanya mereka tidak memiliki imunitas untuk mencegah infeksi HPV sehingga lebih berpotensi terkena kanker serviks.
Memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang sehat akan mendukung tubuh agar bisa melindungi diri dari infeksi HPV. Pencegahan kanker serviks harus dilakukan sejak dini. Hal ini sangat penting agar bisa meningkatkan harapan bagi para penderita kanker serviks.
Cara Mencegah Kanker Serviks
“Mencegah lebih Baik Daripada Mengobati”
Jargon atau peribahasa tersebut sering kita dengar di mana-mana, apakah anda setuju dengan pernyataan tersebut ?
Lakukan pencegahan kanker serviks dengan cara dibawah ini :
1. Pemberian vaksin kanker serviks
Keganasan kanker serviks dapat menyerang wanita tanpa melihat kelompok umur. Vaksin dapat diberikan pada kelompok umur 11-26. Vaksin diberikan pada bulan 0,1 dan bulan ke 6. Adapula untuk anda yang memiliki riwayat terinfesi virus papiloma manusia dapat diberikan vaksinasi dengan efektifias yang kurang. Vaksinasi dapat dilakukan di dokter kandungan. Vaksinasi hanya dilakukan untuk pencegahan bukan untuk pengobatan.
2. Deteksi dengan Pap Smear
Pap smear atau tes papaniculou merupakan metode skrining untuk dapat mendeteksi kanker serviks. Test ini telah terbukti dapat mendeteksi dini terjadinya infeksi virus penyebab kanker serviks, sehingga mampu menurunkan resiko terkena kanker serviks dan memperbaiki prognosis. Adapun anjuran untuk anda yang ingin mencegah sejak dini dapat melakukan pap smear setahun sekali untuk wanita yang telah menginjak usia 35 tahun, wanita yang pernah menderita infeksi HPV, wanita pengguna pil kontrasepsi. Lakukan sesering mungkin jika hasil pap smear anda menunjukan tidak normal atau setelah pengobatan prekanker . Untuk anda yang akan melakukan pap smear perhatikan ketentuannya agar hasil akurat :
Melakukan pap smear pada dua minggu setelah hari pertama haid.
Sebelum pemeriksaan sebaiknya tidak menggunakan obat atau bahan herbal pencuci alat kewanitaan.
Penderita paska persalinan dianjurkan datang 6-8 minggu untuk melakukan pap smear.
Selama 24 jam sebelum pemeriksaan tidak dianjurkan untuk berhubungan seksual.
Anda akan mendapatkan hasil pap smear sesuai dengan hasil setelah dilakukan pengambilan sel permukaan serviks dengan memakai spatula, yang nantinya akan di proses oleh dokter ahli patologi.
3. Hindari hubungan seks bebas
Human papiloma virus (HPV) yaitu virus penyebab kanker serviks dapat menular melalui hubungan seksual. Fakta menunjukan hubungan seksual dengan menggonta-ganti pasangan menjadi penyebab utama penularan HVS.
4. Hindari rokok
Banyak pesan dan peringatan yang menyatakan bahwa rokok sangat membahayakan dan memicu timbulnya penyakit ringan atau berbahaya akan tetapi untuk sebagian orang (perokok) masih menganggap remeh pesan itu. Untuk anda wanita, penderita kanker serviks diantaranya adalah 30 persen dari wanita perokok aktif. Penyebabnya adalah kandungan zat kimia yang terdapat di dalam rokok memicu infeksi virus penyebab kanker serviks.
5. Menghindari diet tidak seimbang
Diet sudah menjadi kebiasaan wanita yang bersifat penting untuk menjaga bentuk tubuh dan kesehatan. Jika anda sering melakukan diet dan menghindari asupan buah dan sayur , itu merupakan diet salah . Diet yang salah dapat memicu perkembangan virus penyebab kanker serviks. Kandungan yang terdapat dalam sayur dan buah justru dapat membantu untuk melindungi anda dari serangan kanker serviks. Perhatikan pula makanan dan minuman anda jangan sampai mengandung zat kimia berbahaya seperti pengawet , pewarna dan penyedao rasa.
6. Produk kimia berbahaya
Kehidupan modern yang bersifat instans justru memicu timbulnya kanker. Kandungan berbahaya yang terdapat di dalam pembungkus dan bahan plastik yang terkena panas memicu timbulnya kanker. Minimalisir penggunaan sterofom, bahan plastik yang dipanaskan atau terkena plastik.
9 CARA MENCEGAH KANGKER RAHIM
Banyak cara, misalnya, tak terlalu sering mencuci vagina dengan antiseptik, apalagi tanpa indikasi dan saran dokter. Jangan pula menaburkan talk di vagina. Bisa juga dengan diet rendah lemak. Waduh! Kengerianlah yang langsung terbayang begitu mendengar kata kanker rahim. Kita tahu penyakit ganas ini menduduki peringkat atas sebagai pembawa kematian. Tapi, tak perlu khawatir bila sejak awal kita sudah melakukan pencegahan. Karena justru, menurut dr. Nasdaldy, SpOG, , pencegahan menjadi bagian terpenting dari risiko kanker. “Caranya dengan mencegah terpaparnya substansi yang menyebabkan risiko terjadinya kanker tersebut,” tandasnya. Yang terjadi di sini justru sebaliknya, masih banyak wanita yang enggan memeriksakan diri ke dokter kandungan, kendati sudah memiliki berbagai keluhan. Padahal, jika dibiarkan kanker akan semakin mengganas !
Jadi, yuk, kita ikuti sejumlah kiat mencegah kanker rahim yang dipaparkan ahli kebidanan dan kandungan dari RS Kanker Darmais, Jakarta ini sebagai berikut….
1. JAUHI ROKOK
Ini peringatan paling penting buat wanita perokok. Kecuali mengakibatkan penyakit pada paru-paru dan jantung, kandungan nikotin dalam rokok pun bisa mengakibatkan kanker serviks (leher rahim), lho. “Nikotin, kan, mempe! rmudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan, paru-paru, juga serviks. ” Sayangnya tak diketahui pasti seberapa banyak jumlah nikotin dikonsumsi yang bisa menyebabkan kanker serviks. Tapi, mengapa harus ambil risiko, lebih baik tinggalkan segera rokok jika kita ingin terbebas dari kanker.
2. PENCUCIAN VAGINA
Sering, kan, kita melakukan pencucian vagina dengan obat-obatan antiseptik tertentu. Alasannya beragam, entah untuk “kosmetik” atau kesehatan. Padahal, kebiasaan mencuci vagina bisa menimbulkan kanker serviks, baik obat cuci vagina antiseptik maupun deodoran. “Douching atau cuci vagina menyebabkan iritasi di serviks. Nah, iritasi berlebihan dan terlalu sering akan merangsang terjadinya perubahan sel, yang akhirnya jadi kanker.” Jadi, sebaiknya pencucian vagina dengan bahan-bahan kimia tak dilakukan secara rutin. “Kecuali bila ada indikasi, misalnya, infeksi yang memang memerlukan pencucian dengan zat-zat kimia.Itu pun seharusnya atas saran dokter.” Artinya, kita jangan sembarangan membeli obat-obatan pencuci vagina. “Terlebih lagi, pembersih tersebut umumnya akan membunuh kuman-kuman. Termasuk kuman Basillus doderlain di vagina yang memproduksi asam laktat untuk mempertahankan pH vagina.” Kita tahu, bila pH enggak seimbang lagi di vagina, maka kuman lain, seperti jamur dan bakteri, bisa punya kesempatan hidup di tempat tersebut. Ini, kan, malah bisa menimbulkan penyakit-penyakit lain.
3. MENABURI TALK
Yang kerap terjadi lagi, saat daerah vagina gatal atau merah-merah, kita menaburkan talk di sekitarnya. Walah, ternyata itu bahaya. Pemakaian talk pada vagina wanita usia subur bisa memicu terjadi kanker ovarium (indung telur). “Sebab di usia subur berarti sering ovulasi. Padahal bisa dipastikan saat ovulasi terjadi perlukaan di ovarium. Nah, bila partikel talk masuk akan menempel di atas luka tersebut. Akibatnya, kan, bisa merangsang bagian luka untuk berubah sifat jadi kanker.” Karena itu sangat tidak dianjurkan memberi talk di daerah vagina. Karena dikhawatirkan serbuk talk terserap masuk kedalam.
Lama-lama akan bertumpuk dan mengendap menjadi benda asing yang bisa menyebabkan rangsangan sel menjadi kanker.
(Hati-hati, perhatikan sejak dini anak/bayi perempuan kita, jangan sampai alat kelaminnya tertaburi talk..)
4. DIET RENDAH LEMAK
Penting diketahui, timbulnya kanker pun berkaitan erat dengan pola makan seseorang. Wanita yang banyak mengkonsumsi lemak akan jauh lebih berisiko terkena kanker endometrium (badan rahim). “Sebab lemak memproduksi hormon estrogen. Sementara endometrium yang sering terpapar hormon estrogen mudah berubah sifat menjadi kanker.” Jadi, terang Nasdaldy, untuk mencegah timbulnya kanker endometrium, sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. “Makanlah makanan yang sehat dan segar. Jangan lupa untuk menjaga berat badan ideal agar tak terlalu gemuk.” Tak heran, bila penderita kanker endometrium banyak terdapat di kota-kota besar negara maju. Sebab, umumnya mereka menganut pola makan tinggi lemak.
5. KEKURANGAN VITAMIN C
Pola hidup mengkonsumsi makanan tinggi lemak pun akan membuat orang tersebut melupakan zat-zat gizi lain, seperti beta karoten, vitamin C, dan asal folat. Padahal, kekurangan ketiga zat gizi ini bisa menyebabkan timbul kanker serviks. “Beta karoten, vi! tamin C, dan asam folat dapat memperbaiki atau memperkuat mukosa diserviks. Nah, jika kekurangan zat-zat gizi tersebut akan mempermudah rangsangan sel-sel mukosa tadi menjadi kanker.”
Beta karoten banyak terdapat dalam wortel, vitamin C terdapat dalam buah-buahan berwarna oranye, sedangkan asam folat terdapat dalam makanan hasil laut.
6. HUBUNGAN SEKS TERLALU DINI
Hubungan seks idealnya dilakukan setelah seorang wanita benar-benar matang. Ukuran kematangan bukan hanya dilihat dari ia sudah menstruasi atau belum, lo. Tapi juga bergantung pada kematangan sel-sel mukosa; yang terdapat diselaput kulit bagian dalam rongga tubuh. Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita tersebut berusia 20 tahun ke atas. Jadi, seorang wanita yang menjalin hubungan seks pada usia remaja; paling rawan bila dilakukan di bawah usia 16 tahun.
Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa pada serviks si wanita. “Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang. Artinya, masih rentan terhadap rangsangan sehingga tak siap menerima rangsangan dari luar. Termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma.” Lain hal bila hubungan seks dilakukan kala usia sudah di atas 20 tahun, dimana sel-sel mukosa tak lagi terlalu rentan terhadap perubahan. Nah, karena masih rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker. “Sifat sel, kan, selalu berubah setiap saat; mati dan tumbuh lag! i. Karena ada rangsangan, bisa saja sel yang tumbuh lebih banyak dari sel yang mati, sehingga perubahannya tak seimbang lagi. Kelebihan sel ini akhirnya bisa berubah sifat menjadi sel kanker.”
7. BERGANTI-GANTI PASANGAN
Bisa juga kanker serviks muncul pada wanita yang berganti-ganti pasangan seks. “Bila berhubungan seks hanya dengan! pasangannya, dan pasangannya pun tak melakukan hubungan seks dengan orang lain, maka tidak akan mengakibatkan kanker serviks.” Bila berganti-ganti pasangan, hal ini terkait dengan kemungkinan
tertularnya penyakit kelamin, salah satunya Human Papilloma Virus (HPV). “Virus ini akan mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak. Nah, bila terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu akan menjadi kanker.”
8. TERLAMBAT MENIKAH
Sebaliknya wanita yang tidak atau terlambat menikah pun bisa berisiko terkena kanker ovarium dan kanker endometrium. Sebab, golongan wanita ini akan terus-menerus mengalami ovulasi tanpa jeda. “Jadi, rangsangan terhadap endometrium pun terjadi terus-menerus. Akibatnya bisa membuat sel-sel di endometrium berubah sifat jadi kanker.”
Risiko yang sama pun akan dihadapi wanita menikah yang tidak mau punya anak. Karena ia pun akan mengalami ovulasi terus-menerus. “Bila haid pertama terjadi di bawah usia 12 tahun, maka paparan ovulasinya berarti akan semakin panjang. Jadi, kemungkinan terkenakanker ovarium akan semakin besar.”
Nah,salah satu upaya pencegahannya tentu dengan menikah ! dan hamil. Atau bisa juga dilakukan dengan mengkonsumsi pil KB. Sebab penggunaan pil KB akan mempersempit peluang terjadinya ovulasi. “Bila sejak usia 15 tahun hingga 45 tahun dia terus menerus ovulasi, lantas 10 tahun ia ber-KB, maka masa ovulasinya lebih pendek dibandingkan terus-menerus, kan?” Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pil KB sebagai alat kontrasepsi
dapat menurunkan kejadian kanker ovarium sampai 50 ! persen.
9. PENGGUNAAN ESTROGEN
Risiko yang sama akan terjadi pada wanita yang terlambat menopause. “Karena rangsangan terhadap endometrium akan lebih lama, sehingga endometriumnya akan lebih sering terpapar ! estrogen. Jadi, sangat memungkinkan terjadi kanker.” Tak heran bila wanita yang memakai estrogen tak terkontrol sangat memungkinkan terkena kanker. “Umumnya wanita yang telah menopause di negara maju menggunakan estrogen untuk mencegah osteroporosis dan serangan jantung.” Namun, pemakaiannya sangat berisiko karena estrogen merangsang semakin menebalnya dind! ing endometrium dan merangsang sel-sel endometrium sehingga berubah sifat menjadi kanker. “Jadi, sebaiknya penggunaan hormon estrogen harus atas pengawasan dokter agar sekaligus juga diberikan zat antinya, sehingga tidak berkembang jadi kanker.”
Nah, banyak hal ternyata yang bisa dilakukan agar tak “mengundang” kanker datang ke tubuh kita. Tentu saja kita bisa memulainya dari hal-hal kecil. Jangan tunda sampai esok!
Makanan pencegah kanker serviks
10 Makanan Pencegah Kanker Serviks Super Ampuh
Ada cara untuk menghindarinya. Salah satunya melalui pola makan yang terjaga. Juga pemilihan jenis makanan yang sifatnya tidak karsinogenik. Di bawah ini adalah makanan pencegah kanker serviks yang cukup ampuh menghindari kita dari kanker mematikan ini.
1. KUBIS #Master Sulforaphae
Kol (Brassica oleracea) salah satu sayuran yang mudah sekali anda dapatkan didaerah anda. Nutrisi terbanyaknya pada kandungan vitamin A, C, E, dan vitamin K. Selain itu juga kaya akan asam folat, belerang, kalsium, zat besi, kalium, serta magnesium. Kelebihan lainya adalah makanan ini tidak memiliki kandungan kolestrol serta lemak jenuh yang ‘jahat’. Sehingga sangat rendah kalori. Cocok untuk menjadi menu diet anda.
Kandungan yang paling penting lagi adalah Iupeol, sinigrin, I3C, Sulforaphae, serta DIM yang mampu menghambat perkembangan sel kanker. Lebih spesifik adalah kanker serviks yang berbahaya tersebut. Saran jika anda memang mau memanfaatkan untuk mencari full gizi, dengan dimakan mentah. Namun pencucian harus bersih.
2. Brokoli #Master Folat
Satu-satunya sayuran yang memiliki kandungan kalsium setara dengan susu segelas! Bukan hanya itu, sebenarnya brokoli memiliki sangat banyak nutrisi seperti protein, asam lemak omega 3 (biasanya terdapat pada ikan-ikanan), karbohidrat, lemak, kalsium, potassium, fosfor, zat besi, Zink, magnesium, vitamin A, B1, B2, B6, B3, B5, B9, C, E, K. mangan, dan triptofan. Sayuran ini juga bebas dari kandungan lemak jahat yang biasanya mampu memicu kolestrol. Sangat aman dan baik bagi tubuh.
Kandungan yang anda cari untuk mencegah kanker serviks adalah folat atau vitamin B9. Fungsinya adalah mengurangi tingkat pertumbuhan sel kanker serviks
Bahkan terdapat zat antioksidan yang merupakan salah satu senyawa anti kanker. Yakni atas kandungan dari glucoraphanin dan indole 3 carbinal. Malah zat tersebut bekerja aktif untuk mencegah dari kanker serviks, prostat, juga payudara.
3. Buah Alpukat #Master Oleat
Salah satu buah yang kaya nutrisi didalamnya. Bahkan mencapai lebih dari 25 macam nutrisi. Sayangnya beberapa wanita justru menghindarinya dengan alasan kandunga lemaknya. Takut gemuk? Mungkin! Tapi justru lemak yang ada dalam alpukat adalah lemak sehat. Selain itu kandungan lain yang sehat bagi tubuh adalah kalori, 20 vitamin, mineral, lutein, serta sodium.
Kandungan yang cukup bermanfaat untuk mengurangi resiko kanker adalah adanya glutation. Fungsinya yang mampu melawan radikal bebas. Juga kaya akan asam oleat yang mampu melindungi diri anda dari resiko kanker.
4. Rasberry, Blueberry serta Blackberry #Master Lutein
Buah yang amat terkenal dibeberapa Negara Eropa karena pertumbuhanya memang memunkinka disana. Kandungan yang cukup mengagumkan apalagi pada vitamin C, B1, B2, B3, B5 dan beberapa mineral seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, dan seng.
Zat yang cukup berperan adalah senyawa fitokimia yang mampu menghambat proses inflamasi. Proses tersebut diyakini menjadi titik tumbuh awal terjadinya penyakit alzaimer, jantung, dan kanker.
Apalagi zat lutein yang banyak sebagai antioksidan tubuh. Fungsinya sebagai penghambat dan pencegah perkembangan pada sel kanker serviks.
5. Teh Hijau #Master Polyphenol dan Flavonoid
Makanan pencegah kanker serviks yang tidak kalah ampuh adalah teh hijau, makanan yang sangat digemari sebagian besar wanita. Sebab salah satu manfaat teh hijau adalah untuk melancarkan pencernaan. Juga mampu untuk melangsingkan tubuh. Banyak wanita mengonsumsinya hanya untuk dimasukan dalam program diet.
Ternyata selain itu juga mampu berguna untuk mengurangi resiko kanker. Kandungan polyphenol serta flavonoid berguna untuk membuat sel kanker bekerja secara pasif. Ia juga mampu menjaga imunitas agar daya tahan tubuh anda tetap baik.
6. Cokelat #Master Flavonoid
Mengonsumsi cokelat katanya mampu menghilangkan dari stress. Banyak wanita yang mengonsumsinya pula. Kandungan yang biasanya diincar adalah alkanoid, protein, karbohidrat, vitamin serta lemak. Beberapa kandungan terbesarnya pada fenilalanin, asam amono triptofan, serta tyrosin.
Paling dicari adalah nutrisi flavonoid yang kaya akan anti oksidan. Fungsinya mampu membuat anda terhindar dari resiko pemicu kanker, yakni radikal bebas.
7. Tomat #Master Lycopene
Selain untuk buah, tomat juga biasa digunakan sebagai sayuran. Keasamanya banyak disukai oleh anak-anak dan dijadikan sebagai pengganti saos sambal. Kandungan yang tercangkum didalamnya adalah vitamin C yang tinggi, serta vitamin A. juga adanya zat Lycopene yang mampu menghancurkan radikal bebas. Bentuk radikal ini biasanya terdapat pada polusi, asap rokok, dan zat berbahaya lain.
Manfaat dari Lycopene yakni aktif mencegah sel kanker. Penelitian ini telah dibuktikan di Harvard School of public Health.
8. Minyak Zaitun #Master Polyphenol
Kandunganya yang kaya akan polyphenol, trigliserida, squalene, tokoferol, omega 3 dan omega 6 serta asam lemak bebas memang bagus untuk tubuh. Kekayaanya dalam nutrisi polipenol mampu membantu anda mencegah dan menghentikan sel kanker.
Bukan hanya itu, minyak zaitun ini mampu untuk mengobati menghentikan sel kanker.
9. Buah Jeruk #Master Antioksidan
Makanan yang kaya akan vitamin C ini juga cocok untuk menghindari resiko kanker serviks. Kandungan antioksidanya yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
10. Wortel #Master Beta Karoten
Buah yang biasa digunakan untuk menjaga kesehatan mata. Siapa sangka juga sangat berguna untuk anda menjaga diri dari kanker serviks. Wortel biasanya dikonsumsi secara langsung setelah dicuci bersih, namun ada juga yang memarutnya agar menjadi jus. Ia juga biasa digunakan sebagai sayuran. Ekonomis, praktis dan multifungsi
Kandunganya yang kaya akan beta karoten sangat baik untuk menghambat pertumbuhan sel kanker serviks. Bahkan nutrisinya mampu menetralisir nitrosamines yang menumbuhkan sel kanker.
Itulah 10 makanan yang sangat baik anda konsumsi. Apalagi jika anda berminat untuk mencari kelebihanya demi mengurangi resiko kanker serviks. Makanan yang disarankan tadi juga memiliki cita rasa yang enak. Jadi memiliki fungsi ganda, yakni sekalian kuliner namu juga berguna untuk menjaga tubuh.
Pengobatan Kanker Serviks
Cara Mengobati Kanker Serviks
Kanker serviks atau kanker leher rahim jenis kanker ganas yang menyerang saluran reproduksi perempuan. Perempuan yang telah terjangkit virus papiloma manusia mengalami rasa ketakutan berlebih dan putus asa untuk kembali sembuh. Meskipun tidak dapat sembuh seperti perempuan normal lainnya akan tetapi dukungan, simpati, empati dari keluarga dan orang terdekat akan membuat penderita bersemangat untuk sembuh. Pengobatan kanker serviks harus mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya ukuran tumor, usia penderita, tingkat stadium kanker serviks , usia penderita dan lain-lain. Pada umumnya, 70% pasien kanker serviks saat didiagnosa sudah mengalami stadium lanjut.
Adapun cara pengobatan yang dapat dilakukan yaitu dengan
1. Operasi pengangkatan
Operasi pengangkatan rahim dan uterus (kandungan) dikenal dengan istilah histerektomi yaitu dengan melakukan pengangkatan rahim penderita yang dilakukan pada bagian rahim vagina dan jaringan parametrium, kemudian dilakukan pembersihan bilaterial kelenjar getah bening pada panggul. Ada 4 jenis tingkatan histerektomi:
Histerektomi parsial (subtotal). Operasi pengangkatan yang dilakukan hanya pada rahim. Dengan operasi ini penderita kemungkinan menderita kanker rahim masih besar oleh karena itu disarankan melakukan pemeriksaan rutin.
Histerektomi total. Operasi pengangkatan rahim dan mulut rahim. Pada operasi ini tidak melakukan pengangkatan tuba falopi dan ovarium.
Histerektomi total dan salpingo-ooforektomi bilateral. Operasi pengangkatan rahim, serviks, tuba falopi dan ovarium.
Histerektomi radikal. Operasi pengangkatan rahim, kelenjar getah bening, serviks, bagian atas vagina dan jaringan dalam panggul diangkat. Operasi pengangkatan (histerektomi) dapat melalui perut dan alat kewanitaan (vagina). Histerektomi melalui vagina cenderung lebih beresiko kecil dan cepat pulih . Cara pengobatan melalui histerektomi sering dilakukan karena memiliki keunggulan yaitu membersihkan lesi kanker dan pengobatan yang lebih cepat. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan akan mengalami gangguan pada buang air kecil dan pengangkatan yang luas.
2. Radioterapi
Radioterapi adalah cara paling sering dilakukan untuk pengobatan kanker serviks. Radioterapi juga sangat cocok untuk segala kanker serviks di awal dan lanjut stadium. Radioterapi sendiri adalah penggunaan radiasai pengion yang diberikan pada penderita kankers dengan mematikan sel kanker sesuai dosis pada volume tumor. Radiasi akan merusak sel kanker dan menghambat pembelahan sel. Pemberian radiasi pada penderita kanker serviks disesuaikan dengan ukuran, luas, tipe dan stadium tumor. Meskipun dianggap sebagai pengobatan kanker serviks yang sangat baik akan tetapi memiliki efek samping pada perubahan tubuh yaitu kulit, rambut. Gangguan yang mungkin terjadi adalah infeksi kandung kemih. Radioterapi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan tingkatan stadium kanker serviks.
Radioterapi seluruh panggul (whole pelvis)
Radioterapi karsinoma serviks uteri pasca wertheim
Radioterapi brachiterapi
3. Radiopartikel
Teknologi pengobatan yang ditujukan menghambat perkembangan sel kanker dan tidak menggangu kegiatan sehari-hari. Radioterapi menggunakan biji partikel seluas 1,7 cm yang kemudian akan memancarkan sinar gamma dan tidak menghancurkan sel-sel tubuh lain. Pengobatan ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kegagalan.
Cara diatas adalah cara yang umum digunakan untuk pengobatan kanker serviks selain pengobatan kolaborasi medis barat-timur, kemoterap dan lain-lain. Penderita kanker serviks diharapkan tidak putus asa karena dalam perkembangan teknologi saat ini banyak sekali menemukan teknik penyembuhan yang bisa membantu meminimalisir kerugian kanker serviks. Segera temukan gejala awal kanker serviks ,konsultasikan dengan dokter segera agar mendapatkan penanganan yang tepat.